METRO,lintassamudranews — Semarak peringatan Hari Jadi ke-89 Kota Metro terus bergulir. Kali ini, kemeriahan hadir melalui Parade Wastra Pesona Kota Metro yang berlangsung meriah di Samber Park, Sabtu malam.
Mengusung tema “Merajut Warisan, Menenun Harapan”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya, kreativitas, dan penguatan ekonomi lokal. Parade melibatkan para pengrajin, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas kreatif, seniman, serta berbagai unsur masyarakat Kota Metro.
Ketua Dekranasda Kota Metro, Eny Sumiyati, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-89 Kota Metro menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
Menurut Eny, melalui rangkaian kegiatan Pesona Kota Metro, masyarakat diajak untuk merayakan sekaligus mengenalkan kekayaan kreativitas daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui parade wastra khas Kota Metro karya pengrajin lokal, pertunjukan seni dan musik, hingga penyerahan sertifikat merek secara simbolis kepada para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
“Parade wastra ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam mendukung dan mempromosikan produk-produk unggulan Kota Metro. Selain itu, pemberian sertifikat merek kepada pelaku UMKM merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas,” ujar Eny.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari sponsor, komunitas seni dan kreatif, pengrajin, seniman, hingga para pelaku UMKM yang selama ini konsisten berkarya serta menjaga identitas budaya Kota Metro.
Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso memberikan apresiasi kepada seluruh komunitas dan elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Hari Jadi ke-89 Kota Metro.
Menurutnya, keterlibatan berbagai komunitas dalam rangkaian perayaan tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong sekaligus kecintaan masyarakat terhadap Kota Metro.
Tidak hanya kegiatan budaya dan ekonomi kreatif, berbagai kegiatan sosial juga turut mewarnai rangkaian Hari Jadi Kota Metro, di antaranya donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.
“Warisan budaya yang kita miliki hari ini merupakan hasil karya, nilai, dan kearifan yang diwariskan para pendahulu. Tugas kita bukan hanya menjaga dan melestarikannya, tetapi juga mengembangkannya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, wastra Nusantara merupakan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mencerminkan keberagaman, kreativitas, dan kekayaan tradisi.
Setiap motif, warna, hingga teknik pembuatannya memiliki nilai filosofi dan sejarah yang patut dijaga serta dibanggakan. Karena itu, pengembangan wastra di Kota Metro dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek kebudayaan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar.
Kehadiran para pengrajin, desainer, pelaku UMKM, serta insan kreatif menjadi bukti bahwa budaya dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Sektor tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kota Metro berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, karakter, dan warisan budayanya,” tegasnya.
Kepala Perangkat Daerah Tampilkan Batik Lokal
Salah satu daya tarik dalam Parade Wastra Pesona Kota Metro adalah penampilan para kepala perangkat daerah bersama pasangan yang mengenakan busana berbahan batik karya pengrajin lokal Kota Metro.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi simbol dukungan terhadap keberadaan industri kreatif lokal sekaligus menjadi sarana promosi produk-produk unggulan pengrajin Kota Metro kepada masyarakat.
Menariknya, busana yang dikenakan merupakan hasil pembelian pribadi. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan langsung kepada para pengrajin batik lokal sekaligus menunjukkan semangat bersama untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif di Kota Metro.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa dukungan terhadap produk lokal tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi dapat diwujudkan melalui penggunaan dan pembelian produk karya masyarakat Kota Metro.
Parade Wastra Pesona Kota Metro akhirnya tidak sekadar menjadi panggung perayaan budaya dalam rangka Hari Jadi ke-89 Kota Metro. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pengrajin, pelaku UMKM, komunitas, seniman, dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah.
Melalui semangat “Merajut Warisan, Menenun Harapan”, Kota Metro terus mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Semarak Hari Jadi ke-89 menjadi momentum bagi Kota Metro untuk terus bergerak sebagai kota yang kreatif, berbudaya, inovatif, dan berdaya saing, dengan menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(ADV)

















