banner 728x250

WAKIL WALI KOTA METRO DORONG REGENERASI PESERTA STQ, RUMAH DINAS DISIAPKAN JADI PUSAT PEMBINAAN

banner 120x600
banner 468x60

METRO,lintassamudranews — Wakil Wali Kota Metro sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan dan regenerasi peserta Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi Kota Metro di tingkat Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut disampaikan Rafieq saat memimpin rapat evaluasi dan pembahasan persiapan pembinaan peserta STQ di ruang kerja Wakil Wali Kota Metro, Rabu (20/5/2026).

banner 325x300

Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan STQ tingkat Kota Metro sekaligus membahas strategi pemenuhan peserta, regenerasi di berbagai cabang lomba, serta langkah efisiensi anggaran pembinaan menghadapi STQ tingkat Provinsi Lampung.

Rafieq mengatakan, pembinaan peserta tidak boleh dilakukan secara instan menjelang pelaksanaan perlombaan. Menurutnya, LPTQ harus memiliki pola pembinaan berkelanjutan dengan terus mencari dan menyiapkan bibit-bibit unggul sejak dini.

“LPTQ ini harus seperti sekolah kader yang terus mencari dan membina bibit-bibit unggul,” ujar Rafieq.

Ia menjelaskan, dari total 52 golongan yang dipertandingkan pada tingkat provinsi, idealnya Kota Metro membutuhkan 46 peserta. Namun, hasil seleksi saat ini baru memenuhi 42 peserta.

“Kita punya beberapa peserta juara satu di tahun sebelumnya yang belum bisa turun lagi tahun ini. Artinya, regenerasi harus terus berjalan,” katanya.

Beberapa cabang yang masih membutuhkan peserta di antaranya tilawah putri 5 juz, tafsir bahasa Arab putra dan putri, serta tafsir bahasa Inggris putra.

Kondisi tersebut, kata Rafieq, menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi LPTQ Kota Metro untuk memperkuat sistem penjaringan dan pembinaan peserta.

Karena itu, ia mendorong agar proses pencarian bibit unggul dilakukan lebih luas dengan melibatkan sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menggelar audisi untuk menjaring calon peserta potensial sekaligus memperkuat regenerasi.

“Penjaringan bibit unggul tidak bisa dilakukan secara instan menjelang perlombaan. Harus dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.

Efisiensi Anggaran Tetap Utamakan Kualitas Pembinaan

Dalam rapat tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menyampaikan bahwa jumlah peserta hasil seleksi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan kuota awal yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK).

“Awalnya yang kita SK-kan sebanyak 40 orang, kemudian ada tambahan dari cabang 500 hadis putri, sehingga total peserta saat ini menjadi 42 orang,” jelas Abu.

Namun, peningkatan jumlah peserta tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan penambahan anggaran. Anggaran pembinaan yang tersedia masih mengacu pada kuota tahun sebelumnya, yakni untuk 35 peserta.

“Posisi saat ini pesertanya 42 orang, sedangkan anggaran yang tersedia baru untuk 35 peserta seperti tahun lalu,” ujarnya.

Meski demikian, dukungan terhadap peserta telah mulai disalurkan. Dana pembinaan telah diberikan sejak Senin melalui dukungan sejumlah donatur dan lembaga mitra yang turut berkontribusi dalam pembinaan STQ Kota Metro.

Bantuan tersebut di antaranya berasal dari Bank Eka berupa 20 e-money dengan nilai masing-masing Rp1 juta, BMT Fajar sebesar Rp10 juta, serta Baznas sebesar Rp10 juta.

Menurut Abu, penggunaan e-money dilakukan untuk memudahkan peserta sekaligus meminimalkan risiko kehilangan uang tunai.

Selain sebagai dukungan pembinaan, bantuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komitmen peserta untuk tetap membawa nama Kota Metro dalam ajang STQ selanjutnya.

“Itu juga menjadi bentuk pengikat agar peserta tetap membela Kota Metro dan tidak berpindah daerah,” katanya.

Rumah Dinas Wakil Wali Kota Jadi Fasilitas Pembinaan

Untuk menjawab tantangan keterbatasan anggaran sekaligus menjaga kualitas pembinaan, Rafieq mengambil langkah konkret dengan menyiapkan rumah dinas Wakil Wali Kota Metro sebagai tempat latihan bagi peserta STQ.

Ia mengatakan, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan peserta tanpa biaya sebagai salah satu alternatif tempat pembinaan.

“Rumah dinas sudah saya siapkan menjadi guest house. Bisa dipakai latihan kapan saja untuk peserta yang akan mengikuti perlombaan,” ujar Rafieq.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat digunakan selama 24 jam untuk menunjang kegiatan latihan dan pembinaan peserta.

“Silakan digunakan untuk latihan dari subuh sampai malam. Yang penting semangat pembinaan dan prestasi tetap berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, Abu Mansur menyampaikan bahwa terdapat rencana penambahan jumlah peserta menjadi 46 orang untuk memenuhi seluruh cabang yang dipertandingkan di tingkat provinsi. Namun, penambahan tersebut tentunya membutuhkan dukungan anggaran.

“Kita masih kekurangan peserta di cabang tafsir bahasa Arab dan tafsir bahasa Inggris. Kalau ingin dicukupkan menjadi 46 peserta, tentu membutuhkan tambahan anggaran,” ungkapnya.

Metode pembinaan tahun ini juga disesuaikan dengan kondisi anggaran. Jika sebelumnya pembinaan peserta dilakukan secara terpusat di luar daerah, tahun ini peserta lebih banyak dipanggil ke Kota Metro untuk mengikuti pelatihan.

“Kalau bicara efektivitas, tentu lebih maksimal jika peserta dikirim ke tempat pembinaan khusus. Tapi kami tetap menyiapkan draf penambahan anggaran untuk mendukung pembinaan,” jelas Abu.

Melalui evaluasi dan langkah pembinaan tersebut, Pemerintah Kota Metro bersama LPTQ berharap persiapan peserta STQ dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi Qur’ani sekaligus meningkatkan prestasi Kota Metro pada ajang STQ tingkat Provinsi Lampung.(ADV)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *