METRO,lintassamudranews — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Dr. Ahmad Hariyanto, menegaskan pentingnya disiplin, penguasaan peraturan perundang-undangan, serta profesionalisme jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah (Perda).
Pesan tersebut disampaikan Ahmad Hariyanto saat memimpin apel pagi di lingkungan Satpol PP Kota Metro, Rabu (29/7/2026). Apel berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi momentum bagi Sekda untuk mempererat silaturahmi dan mengenal lebih dekat seluruh jajaran Satpol PP Kota Metro.
Ahmad Hariyanto mengatakan, dirinya sengaja memilih Satpol PP sebagai lokasi apel karena sebagai pejabat baru Sekretaris Daerah, ia perlu membangun komunikasi dan mengenal secara langsung seluruh personel yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Pagi hari ini sengaja saya mengambil tempat di sini. Pertama, karena bertugas sebagai pejabat baru Sekretaris Daerah, saya harus mengenal dengan Bapak Ibu sekalian, seluruh anggota Satpol PP Kota Metro,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ahmad Hariyanto menekankan bahwa Satpol PP memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wajah Pemerintah Kota Metro dalam pelaksanaan penegakan Perda serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh tugas pemerintahan dan pembangunan memiliki landasan hukum yang jelas, mulai dari Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan daerah, peraturan wali kota hingga keputusan wali kota.
“Semua itu tentunya dilandasi dengan peraturan perundang-undangan. Ada Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan daerah, peraturan wali kota, hingga surat keputusan wali kota. Itu yang harus kita pahami,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh personel Satpol PP tidak hanya memiliki keberanian dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus dibekali pemahaman yang baik terhadap aturan serta Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Setiap kita bekerja, setiap kita melakukan kegiatan, terutama dalam penegakan peraturan daerah, SOP adalah salah satu kunci utama kita. Karena kalau kita melanggar SOP, artinya apa yang kita lakukan itu ada kesalahan prosedur atau kesalahan administrasi,” katanya.
Jaga Marwah dan Wibawa Satpol PP
Ahmad Hariyanto juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga marwah dan wibawa institusi. Menurutnya, tagline Praja Wibawa bukan sekadar slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku dan tindakan setiap anggota Satpol PP.
“Kita harus memiliki nama dan menjaga wibawa sesuai dengan tagline Satpol PP, yakni Praja Wibawa. Tagline tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cerminan jati diri setiap anggota Satpol PP,” ujarnya.
Ia menilai, kewibawaan institusi dapat dibangun melalui kedisiplinan, penguasaan aturan, pelaksanaan tugas sesuai prosedur serta keberanian dalam menegakkan kebenaran.
“Kalau kita benar, kita harus berani. Berani karena benar, takut karena salah,” tegas Ahmad Hariyanto.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Metro merupakan daerah yang berkembang secara dinamis. Terlebih di era teknologi informasi, setiap peristiwa yang terjadi di lapangan dapat diketahui masyarakat luas dengan cepat.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut setiap personel Satpol PP untuk semakin berhati-hati, profesional dan mampu mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan.
Perkuat Mitigasi dan Perencanaan
Selain disiplin dan penguasaan regulasi, Sekda juga meminta jajaran Satpol PP meningkatkan kemampuan membaca situasi dan melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.
Personel diminta mampu melakukan pemetaan, mulai dari jumlah massa, tujuan kegiatan, kebutuhan personel hingga menentukan langkah strategis dalam menghadapi suatu permasalahan.
“Semua itu harus direncanakan. Tanpa perencanaan yang jelas, kita akan selalu gagap dalam menghadapi setiap permasalahan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hariyanto juga menyampaikan sejumlah penataan yang tengah dilakukan di lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Metro. Salah satunya adalah rencana penyediaan ruang penerima tamu khusus di Kantor Wali Kota Metro.
Penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dalam bekerja sekaligus memperkuat pengawasan terhadap tamu yang datang.
“Nantinya semua tamu akan menggunakan ID card dan meninggalkan identitas,” jelasnya.
Ingatkan Peran Keluarga Lindungi Generasi Muda
Tidak hanya berbicara mengenai tugas kedinasan, Ahmad Hariyanto turut mengingatkan seluruh anggota Satpol PP mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Tekanan ekonomi, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas generasi muda dinilai menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Ia pun mengajak seluruh anggota Satpol PP untuk turut menjaga keluarga dan lingkungan masing-masing.
“Tolong jaga anak-anak kita dan keluarga kita. Tantangan kehidupan saat ini semakin kompleks, sehingga peran keluarga menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter dan melindungi generasi muda,” pesannya.
Menurutnya, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun. Anak-anak perlu didampingi, diawasi pergaulannya serta diberikan nilai-nilai positif agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang dapat merusak masa depan.
Bangun Jiwa Korsa dan Kolaborasi
Pada bagian lain arahannya, Ahmad Hariyanto mendorong seluruh personel Satpol PP untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat jiwa korsa.
Ia menilai solidaritas menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita juga harus menjaga jiwa korsa dan kekompakan yang menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Satu sakit, kita kena semua. Jangan ketika ada orang susah, kita tertawa di belakang. Kita gandeng tangannya, kita rangkul, kita kuatkan. Itu namanya jiwa korsa,” tuturnya.
Ia juga mendorong Satpol PP Kota Metro untuk terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, Dinas Perhubungan maupun masyarakat.
Menurutnya, kompleksitas persoalan pemerintahan dan masyarakat tidak memungkinkan suatu institusi bekerja sendiri.
“Semua pekerjaan itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dari sisi-sisi yang berbeda. Kolaborasi. Kita tidak bisa kerja sendiri,” katanya.
Menutup arahannya, Ahmad Hariyanto kembali menegaskan bahwa Satpol PP merupakan salah satu wajah Pemerintah Kota Metro yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, pelaksanaan penegakan Perda harus dilakukan secara profesional, humanis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pol PP ini adalah tampak mukanya Pemerintah Kota Metro. Silakan melakukan penegakan peraturan daerah, tapi dengan cara yang santun. Pemerintahan itu dinamis, permasalahannya juga semakin kompleks, maka kita harus mampu beradaptasi,” pungkasnya.(ADV)


















